Anak asuh Pep berhasil kembali ke jalur kemenangan dengan susah payah setelah menumbangkan Newcastle United 2-1 di Etihad Stadium.
Cara lain dalam memainkan Jesus dan Kun bersamaan
Guardiola melakukan kejutan dalam modul permainan yang diterapkan saat menjamu Newcastle Sabtu (01/09). Alih-alih memainkan 3-5-2, Pep mencoba skema 4-2-4, sebuah formasi ultra ofensif yang membuat City dipastikan kalah jumlah di tengah dan memusatkan seluruh permainan di pos sayap.
Dalam modul ini, Mendy dan Walker punya tugas maha berat secara fisik. Ketika City menguasai bola keduanya harus mampu menutup kekosongan di tengah dan bergerak ke dalam. Sedangkan saat tim tidak menguasai bola, kedua bek sayap itu wajib track backke belakang dan meng-coverlini pertahanan City yang begitu tinggi sebagai dampak dari skema ini, sehingga rentang terkena serangan balik lewat bola-bola panjang.
Benar saja, lewat sebuah skema serangan balik cepat, bola panjang mampu dikontrol Solomon Rondon di sayap kiri. Stones-Laporte dan Mendy seakan ‘ditarik’ untuk meng-cover pos tengah karena ada dua pemain Newcastle yang mencoba melakukan pergerakan menusuk ke dalam kotak penalti. Alhasil sisi kiri kosong, Yedlin melakukan sprint nyaris sejauh tiga per empat lapangan, dan Jesus yang mencoba sekuat tenaga untuk membayangi dan meng-cover pos yang ditinggalkan Mendy tak mampu berbuat banyak mencegah terjadinya gol penyeimbang.
Namun satu hal positif juga harus digarisbawahi dalam modul ini, pergerakan tanpa bola Jesus dan Aguero menjadi lebih mengalir. Lima bek lawan fokusnya terbagi mengamati Mahrez dan Sterling, sehingga jika dalam modul 3-5-2 Kun dan Jesus harus melawan lima hingga enam orang yang menumpuk, jumlah itu kini berkurang secara signifikan sehingga Kun dan Jesus mampu bergantian menjadi penusuk dan poacher di dalam kotak penalti karena ruang yang tercipta.
Tak perlu selalu indah, yang penting menang
Pep seakan mengirimkan peringatan kepada para rival, “Tidak, tidak, saya ingin menang,” katanya.
“Kata itu – ‘sepakbola indah’. Saya tidak pernah menggunakannya. Tidak pernah. Jadi saya ingin menang, dan dari pengalaman saya – cara terbaik dan cara yang saya percayai untuk mendekatkan diri dengan kemenangan, adalah cara kami bermain.
4-2-4 adalah jawaban Guardiola yang selalu mencoba ‘menemukan’ kembali kemampuannya berevolusi terhadap tantangan yang diberikan para lawannya. Terutama tim-tim yang selalu menumpuk 10 pemain di depan kotak penalti saat bertandang ke Etihad.
Dengan modul ini, City punya cara lain dalam meng-counter sepakbola negatif. Terkadang tidak indah memang, tetapi seperti yang diungkapkan oleh Pep – kemenangan adalah yang terpenting.